Pisang Goreng di Pagi Hari

Matahari telah naik, menampakkan sinar dan pesonanya. Mama dan bapak mengobrol di ruang tamu yang berdekatan dengan kamar tidur. Di sela mengobrol, mereka mendengar suara percakapan.

“Anak-anak sudah bangun, Pak? Kok Mama mendengar percakapan sih.” Tanya Mama. Sambil membuka pintu kamar tidur. Untuk memastikan. Mama duduk di kursi. Sementara bapak duduk tepat di depan kamar tidur.

Suara hilang. Bapak menyarankan menutup kembali pintu. Dan menyampaikan ke Mama bahwa anak-anak masih tidur.

Suara percakapan terdengar kembali. “Eh, Dik, ayo kita bangun. Matahari sudah naik. Ayam berkokok. Burung-burung berkicauan.” Ujar Nawa.

“Ah, Mas,aku masih mengantuk. Jangan mengganggu.” Balas Mada, Dengan mata tertutup. Dia mengobrol secukupnya.

“Ayo, Dik, Mama dan Bapak sudah tidak ada di kasur. Mereka bangun terlebih dahulu. Ayo kita menyusul.” Kejar Nawa. 

Mama membuka pintu kamar untuk kedua kalinya. Memastikan Nawa dan Mada bangun atau tidak. Bapak masih meyakinkan Mama bahwa mereka masih tidur. Namun kali ini bapak tersenyum.

“Ayo bangun. Ada pisang goreng hangat.” Bujuk Mama. Merasa yakin Nawa dan Mada bangun dan mengobrol. Segera Nawa dan Mada berhambur keluar. Sambil teriak, “Mana, pisang goreng, mana?” Mereka berebut turun dari tempat tidur dengan masih memakai kaos kaki.

Tak lama kemudian mereka menggoyangkan kaki sebagai tanda ingin buang air kecil. Maka mereka pun bergantian ke kamar mandi. Setelah itu mereka menikmati pisang goreng di pagi hari. Tak lupa Mama menawarkan teh manis hangat, sebagai teman makan pisang goreng.

“Jadi kalian sudah lama bangun?” Tanya Mama. “Mengapa tidak lekas keluar kamar?” Kejar Mama kemudian. Penasaran dengan percakapan Nawa dan Mada. “Siapa yang bangun terlebih dahulu?” Rentetan pertanyaan Mama masih mengemuka.

Nawa senyum-senyum. Mada mengunyah pisang goreng. “Suara Mama dan Bapak terdengar dari kamar. Jadi aku dan Mas terbangun. Lalu pura-pura tidur kembali saat Mama menengok kami.” Mada bercerita sambil tidak berhenti mengunyah.

Makan pisang dan minum teh hangat di pagi hari memang menyenangkan. Membuat Nawa dan Mada terbangun lebih mudah dengan perasaan riang gembira.


Nawa dan Mada sedang melihat galeri foto di Stasiun MRT Bundaharan HI.

Komentar

  1. Selamat pagi, anak-anak. Pisang goreng memang andalan ya... Yummy!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang yang Dirindukan Nabi Muhammad

Berita Duka itu Datang

Zikir; Mengingat Allah