Postingan

Menampilkan postingan dengan label Parenting

Pendidikan Adalah Atmosfer

Gambar
Dari dalam sebuah bahtera yang besar, seorang ayah yang diliputi kecemasan mendalam memanggil-manggil anaknya yang sedang berhadapan dengan banjir bandang untuk segera naik bersamanya. “Hai anakku yang kusayang, naiklah ke kapal bersama kami agar engkau selamat dan janganlah berada dalam lingkaran orang kafir karena tak satupun dari mereka akan selamat dari air bah hari ini.” Kata Sang ayah dengan pilu,  dan hampir tak bernafas saat menyaksikan anaknya yang enggan menyambut panggilannya. “Aku akan naik ke gunung untuk mencari perlindungan supaya selamat dari air bah.” Sang anak menolak ajakan ayahnya dengan tegas dan dia juga tidak memanggilnya ayah. “Tidak ada pelindung yang mampu menjadi perisai dari air yang memancar deras dan ombak gelombang yang melangit hari ini kecuali orang-orang yang dirahmati Allah swt., anakku sayang.” Sang ayah masih berusaha menasehati dengan lemah lembut supaya anak terkasihnya terbujuk dan mau naik ke kapal menyatukan rasa antara anak d...

Pentingnya Pendidikan Karakter

Gambar
Alkisah ada tetangga saya lulusan SMK favorit di kota yang dekat dari tempat tinggal kami, Tangerang Selatan. Ia mendapat pekerjaan sesuai dengan jurusan dan minatnya, di daerah Jawa Timur. Ia mengalahkan puluhan pelamar. Kabar baik, ia bekerja sekaligus kuliah pada akhir pekan. Selain senang menekuni ilmu yang sedang ia geluti, motivasinya untuk kuliah adalah demi mencapai hasrat untuk mempercepat jenjang karirnya. Namun ia memiliki karakter yang kurang mendukung, yakni ketidakbetahan menghadapi persaingan di tempat kerja dengan sesama karyawan. Akibatnya, ia memutuskan berhenti bekerja dan kuliah, untuk akhirnya kembali ke Tangerang Selatan, tanpa tujuan jelas dan sekarang menjadi pengangguran. Kisah lain saya temukan ketika anak kedua saya dirawat inap di RSUD Tangsel. Saat itu saya mengobrol dengan OB yang berkuliah di Universitas swasta yang sewilayah dengan RSUD. Saya senang bukan kepalang mendengar kisahnya sehingga saya mendengarkannya dengan seksama. Saya hormat pada ...

Kacamata Baru

Gambar
Saya berasal dari suatu daerah yang kampungnya kebangetan. Kotoran sapi yang disebut letong biasa ditemui di jalan utama. Bau tahi kuda sudah biasa pula. Titin kecil akrab dengan pemandangan cikar, sebutan kendaraan yg ditarik oleh satu atau dua sapi. Fungsinya mirip mobil bak, untuk mengangkut barang. Delman saat itu menjadi angkutan utama (untuk barang dan manusia), selain becak. Rumah orangtua saya berdekatan dengan sawah. Saya terbiasa pula ikut  teman ke tegal (sebutan untuk sebidang tanah yg hanya bisa ditumbuhi selain padi) seperti jagung dan sayur-sayuran. Danau jangan tanya, saya biasa bermain-main air di dalamnya. Ada curug yg letaknya tidak jauh dari desa saya. Sekira 10 KM. Kami menyebutnya Nglirip. Air terjunnya tinggi dan besar. Kolamnya lebar. Warna airnya hijau. Air tsb mengaliri sungai yang panjang sekali. Di tengah-tengahnya ada sawah dan tegal. Sejauh mata memandang hijau semua. Jauh sedikit, sekira 7 KM dari Nglirip ada pemandian air panas. Kami menyebu...

Mengapa Narasi?

Gambar
Saya suka menulis. Dari dulu. Situs ini adalah blog kedua. Blog pertama raib. Saat sedang repot-repotnya mengasuh dua bayi, saya berhenti menulis. Saya sibuk dengan depresi saya sendiri. Sampai-sampai saya lupa password blog, password instagram, password twitter, password tumbler dlsb. Masing-masing social media itu udah banyak pengikutnya. Di tengah-tengah kerapuhan mental, keinginan menulis bangkit kembali. Saya tahu persis bagaimana keadaan pikiran gelap. Inginnya mencari mangsa sasaran kemarahan. Bila marah pada anak-anak, saya menyakiti mental dan fisik mereka. Secara fisik, saya cubit dan tampar. Secara mental saya teriaki. Apakah saya malu menulis semua ini? Sangat malu. Saya khatam membaca buku manajemen anger dan buku spiritualitas seorang ibu. Apa setelahnya cara melampiaskan marah saya menjadi baik? Tidak. Justru di situ saya semakin putus asa. Rumah mental saya ambruk. Sementara saya harus menghadapi banjir yg mana penyebab banjirnya saya sendiri yg bertahun-tahun a...

Menjadi Orangtua

Gambar
Narasi buku Cinta Yang Berpikir, Ellen Kristi, bagian Miliki Cinta Yang Berpikir, selesai. Anggapan menjalankan peran sebagai orangtua itu mudah, tidaklah benar. Kasarnya, si istri 'cukup' hamil lalu melahirkan. Dan secara otomatis surga berada di bawah telapak kakinya. Selesai. Sementara si suami 'cukup' hanya mencari nafkah demi terpenuhinya materi kebutuhan rumah tangga. Apalagi ketika wafat dalam keadaan mencari nafkah. Syahidlah dia. Surga menunggu dihuni olehnya. Habis perkara. Meskipun, tantangan fisiologis pasutri tsb. tidak semua pasangan mampu melaluinya dengan baik. Lebih-lebih masalah seputar pengasuhan anak. Si ibu menghandle semua keperluan rumah, kebutuhan lahir batin suami dan si anak. Si ayah mati-matian (dan ada yg mati betulan) dalam memenuhi semua jenis kebutuhan dalam rumah tangga. What? Apa benar tugas orangtua sekedar 'itu'? Tidakkah orangtua butuh hal yg lebih patriotis? Saya meyakini dengan sepenuh hati bahwa tiap orangtua sudah...

Miliki Cinta yang Berpikir

Gambar
Narasi buku Cinta Yang Berpikir, Ellen Kristi, bagian Miliki Cinta Yang Berpikir, hlm. 9-11. Suasana akrab komunitas belajar Charlotte Mason Tangerang Selatan betul-betul membuat hati haru. Bagaimana tidak! Siang itu saya mengendarai motor menuju tempat diskusi. Dengan membonceng Nawa di belakang dan Mada di depan. Diskusi diadakan tiap Kamis siang, saat jam tidur anak-anak. Wajar bila menuju ke tempat tujuan Nawa dan Mada tertidur. Angin sepoi membelai mereka saat di perjalanan. Begitu tiba di rumah Mbak Arum (tempat diskusi kami), Mbak Arum dan Mbak Nares tanpa saya minta langsung sigap menolong anak-anak yg tertidur di motor. Hati saya trenyuh. Kami baru dua kali jumpa. Pikiran saya melaung ke perkataan Pak Muhsin Labib, "Banyak orang seagama tapi tak seiman. Banyak orang tak seagama tapi seiman." Peserta, kelompok diskusi CM Tangsel ini multikultural. Muslim dan Kristyana. Doaku beberapa tahun lalu dikabulkan Allah. Yakni ingin memiliki teman beda agama. Alhamdul...