Postingan

Kacamata Baru

Gambar
Saya berasal dari suatu daerah yang kampungnya kebangetan. Kotoran sapi yang disebut letong biasa ditemui di jalan utama. Bau tahi kuda sudah biasa pula. Titin kecil akrab dengan pemandangan cikar, sebutan kendaraan yg ditarik oleh satu atau dua sapi. Fungsinya mirip mobil bak, untuk mengangkut barang. Delman saat itu menjadi angkutan utama (untuk barang dan manusia), selain becak. Rumah orangtua saya berdekatan dengan sawah. Saya terbiasa pula ikut  teman ke tegal (sebutan untuk sebidang tanah yg hanya bisa ditumbuhi selain padi) seperti jagung dan sayur-sayuran. Danau jangan tanya, saya biasa bermain-main air di dalamnya. Ada curug yg letaknya tidak jauh dari desa saya. Sekira 10 KM. Kami menyebutnya Nglirip. Air terjunnya tinggi dan besar. Kolamnya lebar. Warna airnya hijau. Air tsb mengaliri sungai yang panjang sekali. Di tengah-tengahnya ada sawah dan tegal. Sejauh mata memandang hijau semua. Jauh sedikit, sekira 7 KM dari Nglirip ada pemandian air panas. Kami menyebu...

Ramadan, O Kekasih

Gambar
Ramadan, Menyambutmu penuh sukacita ciri keimanan Ramadan, Mencumbuimu adalah dambaan Ramadan O Ramadan, Pada malam-malammu ada seribu bulan Ramadan, Dirimu mendapat kehormatan diturunkannya al-Quran Ramadan, Kaum papa terhibur oleh harta sang dermawan Ramadan O Ramadan, Kebaikan yang kami lakukan pahalanya terlipat gandakan Ramadan, Hanya di bulanmu terjadi sale besar-besaran dan diskon tak karuan Ramadan O Ramadan, Aku berharap semua orang mendapat kesempatan mereguk kesucian Kurang lebih tiga bulan lagi kita akan kedatangan tamu kehormatan yg bernama Ramadan. Di bulan itu, semua muslim dan muslimah mendapatkan mandat dari Allah swt untuk melaksanakan ibadah yang paling rahasia, yakni puasa. Saya jadi (agak) paham, mengapa Allah swt melipatgandakan semua jenis kebaikan yg kita lakukan pada bulan ini. Pertama, niat yg kita ikrarkan (usai  melaksanakan shalat tarawih) menjadikan keseluruhan aktifitas kita pada keesokan harinya menjadi ibadah. ...

Manusia dan Keunikannya (Terinspirasi dari Kajian Risalah Nur, al-Lama'at, Cahaya ke Tujuh Belas, Memoar ke Delapan)

Gambar
Kisah pertama. Saya pernah disergap rasa haru yang luar biasa. Saat perjalanan ke Cipanas dengan sahabat saya, Lanny. Saya menyaksikan pohon tinggi menjulang. Rindang. Seolah dia mengajak saya bicara. Dia (si pohon) membisikkan mesra kalimat berikut, "Hei, Titin. Aku mematuhi perintah Rabb kita. Aku cermin Keindahan Rabb kita." Saya membenarkan perkataan si pohon. Sepanjang jalan menuju puncak ke Cipanas mata saya mengagumi pohon yg jumlahnya mungkin ratusan ribu. Mereka kepanasan dan kedinginan. Namun tidak tumbang. Iseng banget bila ada orang yang menyiram mereka. Nggak mungkin kan? Namun mereka memberi kebahagiaan bagi yang memandangnya. Seolah dengan bangga memperlihatkan ada Keindahan Allah pada mereka. Pasti Allah swt. Yang Mengurus mereka. Lalu saya merasa tertampar dengan sendirinya, "Tin, keluhanmu banyak sekali. Yang jomblo lah (saat itu saya masih perawan tidak muda). Merasa berjuang sendirian (saat itu saya menanggung biaya perkuliahan s1 sendiri...

Frozen Flower

Gambar
Drakor. Aku mendengar istilah itu sewaktu masih mahasiswi di UIN Ciputat. Dua kawanku penggila serial drama Korea Selatan. Lenny (dih kangen aku sama gadis bermarga Lubis ini), sampai bisa bahasa Korea. Segitunya. Jujur saja, bahkan aku tidak sanggup menulis nama-nama artis Korsel. Apalagi melafalkannya. Oh ampun. Ketidaksanggupan ini akan terbukti saat mereview film Frozen Flower yg kutonton utuh semalam. Saat anak-anak dan suamiku tidur. Saat aku cuti shalat (yeay bisa bangun siang). Di paragraf-paragraf berikutnya aku tidak menulis nama asli pemain-pemain Frozen Flower. Nggak sanggup. He he. Alkisah. Di akhir kekuasaan kerajaan Goryeo, tersebutlah sebuah cerita (kontroversial sih), kisah percintaan segitiga antara Sang Raja, pengawal pribadinya (Hong-rim), dan sang permaisuri. Asli keren banget nih film. Jalan ceritanya bikin baper. Akting artisnya total abis. Menjiwai alias all out. Kostumnya mantap (kolosal banget). Setting tempatnya pegunungan, sungai (alam bo'!).  Musik ...

Selamat Natal dan Tahun Baru

Gambar
Natal 2018 kali ini istimewa sekali. Gimana tidak, akhirnya saya mempunyai teman yg beda agama dan saya bisa mengucapkan selamat kepada teman -teman diskusi parenting Kamisan Charlotte Mason Tangerang Selatan. Kamisan, sebuah istilah untuk kegiatan yg dilakukan berulang-ulang. Dalam hal ini, kami diskusi tatap muka secara langsung di hari Kamis. Saya mendapat banyak keberuntungan gabung di kelompok tsb. Kami mendiskusikan filsafat pendidikan berbasis karakter buah pemikiran Charlotte Mason. Seorang pendidik dan filosuf asal Inggris. Saya beruntung berada di tengah emak-emak pembelajar tinggi. Lifelong learner abis. Bagi saya, lifelong learner merupakan karunia Allah yg tertinggi. Di tengah-tengah dunia yg semakin edan ini. Berkat bergaul dgn mereka, setidaknya saya terhindar dari kepribadian yg kagetan (mudah kaget) karena menghadapi perkembangan dunia yg serba cepat. Saya mendengar berbagai topik yg kami bincangkan. Topik pembicaraan kami, Emak-emak CM Tangsel, seputar buku-buku ...

Mengapa Narasi?

Gambar
Saya suka menulis. Dari dulu. Situs ini adalah blog kedua. Blog pertama raib. Saat sedang repot-repotnya mengasuh dua bayi, saya berhenti menulis. Saya sibuk dengan depresi saya sendiri. Sampai-sampai saya lupa password blog, password instagram, password twitter, password tumbler dlsb. Masing-masing social media itu udah banyak pengikutnya. Di tengah-tengah kerapuhan mental, keinginan menulis bangkit kembali. Saya tahu persis bagaimana keadaan pikiran gelap. Inginnya mencari mangsa sasaran kemarahan. Bila marah pada anak-anak, saya menyakiti mental dan fisik mereka. Secara fisik, saya cubit dan tampar. Secara mental saya teriaki. Apakah saya malu menulis semua ini? Sangat malu. Saya khatam membaca buku manajemen anger dan buku spiritualitas seorang ibu. Apa setelahnya cara melampiaskan marah saya menjadi baik? Tidak. Justru di situ saya semakin putus asa. Rumah mental saya ambruk. Sementara saya harus menghadapi banjir yg mana penyebab banjirnya saya sendiri yg bertahun-tahun a...

Iman dan Keshalihan

Gambar
Kemuliaan seorang manusia tidak ditentukan oleh seberapa tinggi jabatannya. Tolok ukurnya bukan sebagus apa pakaian yang dikenakannya. Bukan pula sebanyak apa harta kekayaannya. Mari kita mengingat sejarah. Adalah Qarun, sang konglomerat, memiliki kebiasaan memamerkan harta kekayaannya. Ia membawa sepuluh pria kekar dan kuat hanya untuk memanggul kunci-kunci harta kekayaannya. Dalam riwayat Isra' mi'raj, Rasulullah saw. melakukan dialog dengan Nabi Musa as. Melalui percakapan dalam dialog itu kita tahu bahwa umat Nabi Musa as memiliki fisik yang lebih Kuat dibandingkan dengan umat Nabi Muhammad saw. Qarun adalah umat Nabi Musa as . Apakah dengan kekayaan Qarun yang melimpah lantas menjadikannya mulia di mata Allah swt? Sekali-kali tidak. Bila kita mendengar istilah harta karun barangkali yg dimaksud adalah Qarun, sepupu Nabi Musa as yg dibenamkan oleh Allah di dasar bumi sebab sikap pamer dan pelitnya itu. Hal ini dialami pula oleh Raja Fir'aun, tepatnya Ramses II....