Postingan

Miliki Cinta yang Berpikir

Gambar
Narasi buku Cinta Yang Berpikir, Ellen Kristi, bagian Miliki Cinta Yang Berpikir, hlm. 9-11. Suasana akrab komunitas belajar Charlotte Mason Tangerang Selatan betul-betul membuat hati haru. Bagaimana tidak! Siang itu saya mengendarai motor menuju tempat diskusi. Dengan membonceng Nawa di belakang dan Mada di depan. Diskusi diadakan tiap Kamis siang, saat jam tidur anak-anak. Wajar bila menuju ke tempat tujuan Nawa dan Mada tertidur. Angin sepoi membelai mereka saat di perjalanan. Begitu tiba di rumah Mbak Arum (tempat diskusi kami), Mbak Arum dan Mbak Nares tanpa saya minta langsung sigap menolong anak-anak yg tertidur di motor. Hati saya trenyuh. Kami baru dua kali jumpa. Pikiran saya melaung ke perkataan Pak Muhsin Labib, "Banyak orang seagama tapi tak seiman. Banyak orang tak seagama tapi seiman." Peserta, kelompok diskusi CM Tangsel ini multikultural. Muslim dan Kristyana. Doaku beberapa tahun lalu dikabulkan Allah. Yakni ingin memiliki teman beda agama. Alhamdul...

Sang Guru

Gambar
Cinta yang Berpikir, Ellen Kristi, Bagian Prolog, Selesai. Seketika kegembiraanku sirna. Tidak menduga siulanku di kelas terdengar oleh Kiai Hari. Akankah aku dilempar penghapus papan? Diludahikah? Disuruh keluar kelas dan berdiri lama? Pikiran panikku menduga-duga. Saat itu aku lupa hukuman yang kuterima. Mungkin pikiranku semrawut dengan label 'aib' perempuan bersiul. Kiai Asyhari Mu'thi. Berwatak disiplin tinggi. Cintanya meluber terhadap ilmu pengetahuan. Koleksi kitab berbahasa Arabnya berderet di rak kayu jati. Di rumahnya. Puluhan buku. Di kelas, saat beliau monolog, kami murid-muridnya wajib memasang kedua telinga. Mata fokus. Mulut terkunci. Duduk tegap. Kedua tangan dilipat. Bila ketahuan ada yang mengantuk atau mengobrol, beliau akan melempar penghapus papan. Suasana kelas mencekam. Namun. Metodologi kekolotan mengajarnya tidak seluruhnya menyisakan trauma. Malah ludahnya dicari-cari. Tegurannya dinanti. Perhatiannya menjadi perburuan kami. Kami merasa...

Prolog; Memperkenalkan Sang Guru

Gambar
Jujur, saya sempat tertipu hasil pemotretan foto bayi baru lahir. Si bayi terlihat sangat menggemaskan. Ia menjadi sumber kebahagiaan. Lalu saya merapalkan mantra, diberi kesempatan sama. Pada tiap kesempatan, saya menceritakan ingin punya anak kembar. Dua bulan pernikahan tak kunjung hamil. Saya agak kesal pada suami. Mengapa ia belum berhasil menghamili saya. Juga, saya bosan kerja. Pikir saya, begitu hamil saya segera resign. Giliran saya tiba. Test pack yang ketiga menunjukkan dua garis. Aha, positif! Thanks, Dearest God. Matur nuwun, Mas Ali. Kebahagiaan saya terjaga. Makanan sehat, renang, kajian dan jalan-jalan adalah agenda rutin saya saat itu. Nawa lahir. Saya berhasil melalui hari-hari bersama Nawa dengan baik. Jelang usia Nawa tujuh bulan, saya merasakan perubahan tubuh dan emosi saya. Rupanya saya hamil lagi. Untuk pertama kalinya saya kecewa pada diri dan Mas Ali. Senafsu-nafsunya kami mengapa sampai jadi calon bayi lagi. Tak mudah menjalani kehamilan sek...

Berita Duka itu Datang

Gambar
Kehilangan adalah suatu bagian dari kehidupan. Saya memaknainya sebagai latihan kecil-kecilan untuk menghadapi kematian. Tentu saja tidak usah ditanya, setiap jiwa akan mencintai apa yang seolah menjadi miliknya. Keluarga, tempat tinggal, usaha online maupun offline yang kita khawatirkan kerugiannya, harta kekayaan yang kita usahakan, semua itu merupakan titik fokus di mana manusia menaruh kekhawatiran dan kesedihan. Kemarin siang saya mendapat kabar dari kawan. Tiga orang meninggal saat membersihkan sumur sedalam 15 M. Satu di antara ketiganya adalah ayah dari kawan SD saya. Said namanya. Saya dirundung duka. Sempat meneteskan air mata. Insya Allah ketiga almarhum husnul khatimah dan syahid sebab mereka menjumpai ajal saat bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Lebih-lebih ketiga almarhum wafat di hari Jumat, disebut juga sebagai sayyidul ayyam. Hari di mana terdapat waktu mustajab untuk berdoa. Kata Rasulullah siapa saja yang wafat pada hari Jumat akan terbebas dari azab kubu...

Charlotte Mason

Gambar
Baby blues itu bukan dongeng. Ia nyata. Senyata tangisan bayi. Betapa banyak bayi disakiti oleh ibu kandungnya. Bahkan lebih tragis. Nyawa si bayi berakhir di tangan ibunya. Lalu apa penyebab dari baby blues? Apa ia lahir dari keruwetan pikir dari si ibu? Bagaimana peran lingkungan? Terutama suami? Saya mengalami baby blues. Pertama-tama, fisik saya sakit. Operasi sesar kedua membuat kesehatan saya menurun. Suami tidak di samping saya. Dia bekerja di Jakarta. Sedang saya di kampung. Pikiran kemrungsung. Ada dua tangisan bayi yang harus saya dengar. Sementara jadual tidur saya tidak karuan. Dua pekan setelah kelahiran anak kedua, baby blues mengambil peran. Saya lupa penyebabnya, tapi saya ingat betul ketika anak pertama saya rewel, saya tutup wajahnya dengan bantal. Alhamdulillah saya langsung sadar. Saat itu anak pertama saya usia 1,5 tahun. Baby blues saya bertahan lama. Saya merasa, telinga penuh dengan suara tangisan bayi. Saat saya menyalakan kran air di kamar mandi, ...

Zikir; Mengingat Allah

Manusia memiliki kawan dekat bernama gelisah bin galau. Kapan kawan dekat itu bertamu? Kala hati dan pikir manusia tidak tenang. Apa yang membuat manusia galau? Banyak hal. Salah satunya, Allah Menyebutkan dalam QS. Al-Taubah: 24. Di ayat itu Allah memberikan daftar. Yaitu: 1. Orangtua 2. Keturunan 3. Saudara 4. Pasangan 5. Keluarga 6. Harta kekayaan 7. Perdagangan yang dikhawatirkan merugi 8. Rumah-rumah yang kita cintai dan banggakan Bila kedelapan daftar kecintaan di atas memenuhi dan melebihi cinta kita pada Allah dan RasulNya, maka ancaman Allah pasti nyata. Perasaan dan pikiran selalu kita arahkan pada hal duniawi yang pasti pergi, rusak, dan tidak abadi. Jiwa menjadi tidak tenang. Kemrungsung. Bagaimana agar kita terhindar dari galau bin cemas bin senewen? Zikir jawabannya. Allah swt. Berfirman: " Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi ten...

Orang yang Dirindukan Nabi Muhammad

بكى رسول الله يومًا, فقالوا: ما يبكيك يا رسول اللّه؟ قال: اشتقت لأحبابي, قالوا: أولسنا أحبابك يا رسول الله؟ قال: لا أنتم أصحابي, أما أحبابي فقوم يأتون من بعدي يؤمنون بي ولم يروني, فهل اشتقتم للحبيب كما اشتاق لهم الذي أحبكم ولم يركم؟ Suasana di majlis Nabi saw. seketika hening. Sahabat-sahabat utama nabi merasakan kecemburuan yang luar biasa. Bahkan Abu Bakar ra. membenamkan wajahnya dalam-dalam. Ikut merasakan emosi yang bergejolak di hati Nabi saw. Manusia agung tsb. merindukan saudara-saudaranya. Matanya basah sebab kerinduan yang menggelora. Seorang sahabat menyeletuk, "Kami kan saudara-saudaramu ya, Nabiyallah." "Bukan. Kalian sahabat-sahabatku. Kali ini rinduku tertuju pada saudara-saudaraku yang mengimaniku meski mereka tidak melihatku dan tidak sezaman denganku." Jawab Nabi saw. tegas sekaligus syahdu. Rupanya jarak dan masa bukan ukuran penilaian keshalihan bagi Nabi saw. Bertemu dengan wajah Nabi saw. tidak menjadi kriteria kecintaan yang men...